Kualitas udara Kabupaten Siak · Riau
Kurangi aktivitas berat di luar ruangan
ISPU 150 (Tidak Sehat) di Kabupaten Siak, dari 2 stasiun pemantau KLH/BMKG. Dalam AQI AS: 184 (Tidak Sehat). Polutan utama: PM2.5.
Diperbarui
Polutan di Kabupaten Siak
- PM2.5 · µg/m³1036,9× batas WHO
- PM10 · µg/m³1343,0× batas WHO
- NO₂ · µg/m³21,6Di bawah batas WHO
- O₃ · µg/m³97,3
- SO₂ · µg/m³49,2Di bawah batas WHO
- CO · mg/m³1,36
Konsentrasi rata-rata dari stasiun di kota ini. Kelipatan WHO memakai pedoman 24 jam tahun 2021.
Apakah aman di luar di Kabupaten Siak sekarang?
Kualitas udara merugikan kesehatan. Kelompok sensitif sebaiknya lebih sering beristirahat dan memilih aktivitas ringan; semua orang sebaiknya mengurangi aktivitas fisik yang lama atau berat di luar ruangan.
Berjalan kaki dan perjalanan
Hati-hatiPersingkat jalan kaki di luar dan pilih jalan yang jauh dari lalu lintas padat.
Lari dan jogging
HindariLari di dalam ruangan atau jadwalkan ulang saat udara lebih bersih.
Bersepeda
BatasiBersepeda singkat dan santai saja, atau gunakan sepeda statis di dalam ruangan.
Anak bermain di luar
BatasiBatasi bermain di luar menjadi sesi singkat dan ringan. Pindahkan olahraga ke dalam ruangan.
Lansia dan penderita penyakit jantung atau paru
HindariHindari aktivitas berat di luar. Ikuti rencana penanganan dari dokter Anda.
Membuka jendela
HindariTutup jendela selama udara tidak sehat.
Masker di luar ruangan
DisarankanPakai masker N95 atau KN95 yang pas di wajah saat di luar. Masker kain dan masker bedah kurang efektif menahan partikel halus.
Pembersih udara di dalam ruangan
DisarankanNyalakan pembersih udara HEPA di ruangan yang paling sering Anda tempati.
Berdasarkan Panduan Kualitas Udara US EPA, mengikuti kategori AQI AS saat ini (Tidak Sehat). Jika Anda mengalami gejala, ikuti saran dokter.
Kualitas udara per area di Kabupaten Siak
2 stasiun, terburuk dulu- Kabupaten Siak Bunga RayaTidak Sehat166
- SiakTidak Sehat134
Riwayat kualitas udara Kabupaten Siak
Rata-rata harian AQI AS, 35 hari- 218rata-rata AQI AS harian selama 35 hari
- 374hari terburuk, 11 Oktober
- 85hari terbersih, 24 September
- 30hari Tidak Sehat atau lebih buruk (AQI AS)
Rata-rata 7 hari terakhir 255, lebih baik dari minggu sebelumnya (315).
Kota terdekat
Peringkat IndonesiaPeringkat kualitas udara Indonesia →
Kualitas udara Kabupaten Siak: pertanyaan umum
Berapa ISPU di Kabupaten Siak hari ini?
ISPU di Kabupaten Siak saat ini 150 (Tidak Sehat), berdasarkan 2 stasiun pemantau. Dalam skala AQI AS, udara yang sama bernilai 184 (Tidak Sehat). Polutan utama: PM2.5.
Apakah aman beraktivitas di luar di Kabupaten Siak hari ini?
Kurangi aktivitas berat di luar ruangan. Kualitas udara merugikan kesehatan. Kelompok sensitif sebaiknya lebih sering beristirahat dan memilih aktivitas ringan; semua orang sebaiknya mengurangi aktivitas fisik yang lama atau berat di luar ruangan. Kelompok sensitif: anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung atau paru.
Area mana di Kabupaten Siak yang udaranya paling buruk saat ini?
Kabupaten Siak Bunga Raya memiliki angka tertinggi, ISPU 166 (Tidak Sehat). Siak terendah dengan 134, dari 2 stasiun yang melapor.
Bagaimana kualitas udara di Kabupaten Siak belakangan ini?
Selama 35 hari terakhir yang memiliki data, rata-rata AQI AS harian di Kabupaten Siak adalah 218. Hari terburuk 11 Oktober dengan 374; hari terbersih 24 September dengan 85. Ada 30 hari di kategori Tidak Sehat atau lebih buruk.
Berapa PM2.5 di Kabupaten Siak dibanding pedoman WHO?
PM2.5 saat ini 103 µg/m³, sekitar 6,9 kali pedoman 24 jam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 15 µg/m³.
Apa bedanya ISPU dan AQI AS?
AQI AS dari US EPA memakai batas yang lebih ketat untuk PM2.5, sehingga untuk udara yang sama angkanya biasanya lebih tinggi daripada ISPU. Good Air menampilkan keduanya: ISPU sebagai indeks resmi, AQI AS sebagai pembanding internasional.
Dari mana data kualitas udara Kabupaten Siak?
Dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan BMKG, melalui 2 stasiun pemantau di dalam dan sekitar Kabupaten Siak. Good Air tidak memperkirakan atau mengubah angka ini.
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan BMKG. Angka diterbitkan oleh lembaga pemantau dan dapat direvisi.